Ketahui Fakta-Fakta Tentang Depresi

Kesehatan, LifestyleUrbanoustics - Depresi adalah sejenis penyakit kejiwaan yang dapat mempengaruhi kinerja fisik maupun mental dan dalam beberapa kasus yang parah, hal tersebut dapat mengancam nyawa.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), depresi adalah penyebab utama kecacatan di seluruh dunia dan merupakan penyumbang utama untuk penyakit global. Selain itu, hampir dua pertiga dari pasien depresi tidak mendapatkan perawatan yang diperlukan.

Hal ini penting bagi setiap individu untuk memiliki pemahaman yang lebih baik tentang penyakit ini, sehingga jika Anda atau orang yang Anda cintai pernah mengalami depresi, maka Anda akan tahu bagaimana untuk mengatasinya.

Apa penyebab terjadinya depresi berat?

Ada banyak faktor-faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan depresi klinis, beberapa diantaranya seperti:

1. Depresi dikaitkan dengan beberapa faktor biologis seperti ketidakseimbangan kimia di otak. Terlalu banyak atau terlalu sedikit produksi bahan kimia otak dapat menyebabkan depresi klinis. Depresi dalam banyak kasus diwariskan secara genetik.

2. Perempuan cenderung mengalami depresi dua kali lebih sering dibandingkan laki-laki. Dari setiap 4 wanita, 1 diantaranya menderita depresi dalam hidupnya. Perempuan menghadapi depresi biasanya karena ketidakseimbangan hormon selama kehamilan, melahirkan, menstruasi dan menopause. Hal ini juga dipercaya bahwa, tingkat stres pada wanita yang relatif lebih tinggi dibandingkan laki-laki, juga menjadi penyebab utama depresi.

3. Beberapa depresi terkait dengan perilaku kognitif. Orang yang memiliki pikiran negatif, pandangan kritis tentang diri mereka sendiri dan harga diri rendah, maka mereka lebih berisiko terkena depresi berat.

4. Depresi dapat disebabkan oleh faktor-faktor situasional seperti halnya orang-orang yang bercerai, pengangguran, atau memiliki masalah keuangan lainnya, dan hal itu memiliki kemungkinan yang lebih besar terhadap perkembangan penyakit depresi ini. Juga Orang-orang yang sedang menghadapi kematian dari orang yang dicintai, dan jika mereka tidak bisa merelakan atau selalu mengingat mereka yang telah pergi secara terus menerus dalam periode waktu tertentu, maka mereka dapat mengidap penyakit depresi kronik.

5. Orang dengan penyakit utama seperti kanker, penyakit jantung, penyakit Parkinson, Alzheimer, tiroid dan gangguan hormonal dapat mengembangkan depresi dalam hubungan yang lebih erat dengan penyakitnya.

6. Dalam beberapa kasus, depresi terjadi akibat efek samping dari jenis obat-obatan tertentu yang dikonsumsi. Penggunaan obat obatan tertentu seperti barbiturat, benzodiazepin, kodein dan beta-blocker dapat menyebabkan depresi.

Apa saja tanda-tanda depresi?

1. Anda terus-menerus merasa cemas, sedih dan merasa suasana hati kosong atau galau.

2. Anda tidak bisa tidur sama sekali atau sebaliknya.

3. Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan atau sebaliknya.

4. Sangat mudah marah atau memiliki perasaan gelisah yang berlebihan.

5. Anda merasa kesulitan dalam berkonsentrasi, membuat keputusan atau menghafal.

6. Kekurangan energi atau kelelahan.

7. Merasa putus asa, bersalah atau tidak berharga.

8. Pikiran Anda banyak dipenuhi oleh hal-hal yang negatif seperti halnya tentang kematian atau bunuh diri.

9. Anda secara terus-menerus merasakan gejala fisik seperti nyeri kronis, sakit kepala, gangguan pencernaan atau sembelit.

10. Kurangnya minat dalam kegiatan yang sebelumnya dinikmati oleh Anda.

Tidak ada komentar