5 Fakta Tentang Tepung Yang Mengejutkan

Kesehatan5 Fakta Tentang Tepung Yang Mengejutkan - Pada tahun 1910, Pengadilan Federal Distrik Missouri menyatakan tepung putih tidak layak sebagai makanan manusia. Namun sayangnya, kepala pertama dari Food and Drug Administration (FDA), HW Wiley, menghentikan kasus ini karena pengaruh politik yang luas dengan pabrik-pabrik tepung raksasa di dunia.

Yang harus Anda ketahui, saat ini tepung putih yang terbuat dari gandum tersebut, telah banyak terkontaminasi dan tercampur oleh fungisida, pestisida, dan insektisida dari bibit penyimpanan. Sekitar 60 bahan kimia yang berbeda telah digunakan untuk pemutih tepung.

Dan berikut adalah lima fakta dan rahasia tentang tepung yang harus Anda ketahui.

1. Tepung tidak memiliki nutrisi.

97% dari serat biji gandum hilang pada saat proses pembuatan tepung itu sendiri. Proses ini menghapus Vitamin E, 50% kalsium, 70% fosfor, zat besi, magnesium dan vitamin B.

2. Potassium Bromate.

Proses pemutihan dan pengawetan tepung dilakukan dengan menambahkan kapur, tawas, dan amonium karbonat agar terlihat lebih menarik bagi konsumen. Dan agen anti-pengasinan yang disebut dengan "sorbitan mono-saturate" akan ditambahkan dalam tahap akhir.

Ini adalah pengoksidasi yang sangat kuat yang dapat merusak sel. Bromate dianggap sebagai karsinogen kategori 2B (karsinogenik bagi manusia) oleh Badan Internasional untuk Penelitian Kanker (IARC).

Potassium Bromate telah dilarang di sebagian besar negara-negara maju pada tahun 1994, termasuk semua negara di Uni Eropa, Inggris, Kanada. Selain Bromate, mereka juga melarang klorin dan peroksida dalam makanan.

3. Tepung putih merupakan insektisida alami.

Apakah Anda tahu bahwa jika serangga yang masuk ke kantong tepung putih dan mulai memakannya, serangga tersebut akan mati karena mengkonsumsi itu? Tepung putih adalah insektisida alami karena dapat membunuh setiap serangga yang mengkonsumsinya.

4. Mengandung L-sistein.

L-sistein sering ditemukan di sebagian besar adonan pizza, beberapa jenis kue, pasta, dan roti makanan cepat saji. Dan sumber L-sistein adalah bulu ayam, tanduk sapi, bulu bebek dan rambut manusia.

5. Tepung putih mengandung aloksan.

Ini adalah apa yang membuat roti Anda terlihat segar dan bersih. Studi menunjukkan bahwa, aloksan dapat menghancurkan sel beta pankreas. Efek berbahaya aloksan pada pankreas begitu parah sehingga Textbook of Natural Medicine menyebut kimia ini sebagai "racun sel-beta yang kuat".

Sayangnya, walaupun mengetahui aloksan sangat beracun bagi tubuh Anda, FDA masih memungkinkan perusahaan untuk menggunakannya saat memproses makanan. Untungnya, penelitian terbaru telah menemukan bahwa, efek aloksan masih dapat di netralisir dengan konsumsi vitamin E.

Menurut Dr. Gary Null, dokter ahli dari Handbook of Natural Healing, Vitamin E secara efektif dapat melindungi kesehatan tubuh manusia dari efek berbahaya yang dihasilkan oleh aloksan.

Tidak ada komentar