Prospek Cerah Dari Obat Baru Untuk Ebola

Kesehatan
Photo: George Frey/Getty Images
Prospek Cerah Dari Obat Baru Untuk Ebola - Penelitian baru baru ini telah menemukan prospek perawatan terhadap Ebola yang sudah tersedia dalam bentuk obat. Para ilmuwan telah mengidentifikasi 53 obat yang telah tersedia sebelumnya yang terbukti efektif dalam memerangi Ebola.

Saat ini, tidak ada vaksin yang tersedia untuk mengobati salah satu penyakit yang paling mematikan ini. Sebuah vaksin baru sedang menjalani uji klinis pada manusia, tetapi obat untuk mengobati orang-orang yang sudah memiliki penyakit ini sangat dibutuhkan.

Eksperimental obat ZMapp telah digunakan pada beberapa pasien Ebola, tetapi sumbernya telah habis dan belum mengalami pengujian yang memadai. Berpacu dengan waktu, beberapa kelompok ilmuwan telah memutuskan bahwa, salah satu cara yang paling efisien untuk menangani tugas mengembangkan dan mendistribusikan obat Ebola adalah dengan skrining senyawa obat yang sudah tersedia untuk melihat apakah salah satu dari senyawa dapat digunakan untuk membuat obat yang efektif.

Dalam sebuah studi baru yang diterbitkan oleh Nature Press dalam journal Emerging Microbes and Infections, para peneliti dari Mount Sinai School of Medicine dan National Institutes of Health (NIH), mengatakan bahwa, mereka telah mengidentifikasi 53 senyawa obat yang menjanjikan.

Tim menggunakan teknologi berkecepatan tinggi untuk memindai 2816 senyawa melalui fasilitas milik US Food and Drug Administration yang sudah disetujui dan digunakan untuk penyakit lainnya. Metode mereka menggunakan partikel yang mirip dengan virus yang terkandung dalam protein Ebola, dikalibrasi untuk mengidentifikasi obat yang dapat mencegah Ebola menginfeksi sel-sel manusia hingga 50%.

Diantara 53 senyawa yang menjanjikan ini adalah yang digunakan dalam pengobatan kanker, antihistamin, antibiotik, dan antidepresan. Senyawa-senyawa tersebut akan diuji terlebih dahulu pada hewan percobaan untuk melihat efek yang mereka miliki dari Ebola serta efek sampingnya. Jika obat yang tengah dalam masa pengujian tersebut terbukti aman dan efektif, maka pemerintah Amerika Serikat dapat menggunakannya dalam area penyebaran Ebola.

Seperti yang dilaporkan pada bulan Oktober lalu, para ilmuwan dari Emory University Hospital, telah mengambil langkah yang sama dari fasilitas yang mereka miliki untuk penelitian pada 10.000 senyawa obat. Mereka berpikir bahwa Ebola dapat diperlakukan sama dengan perawatan yang mereka kembangkan untuk virus seperti HIV dan Hepatitis C.

Tidak ada komentar