-->

Fakta Di Balik Penggunaan Hand Sanitizer

Kesehatan
Photo: Getty Images/BSIP/UIG
Fakta Di Balik Penggunaan Hand Sanitizer - Belakangan ini, semua supermarket telah banyak menjual produk-produk hand sanitizing atau pembersih tangan cair. Bahkan ini menjadi sebuah trend baru dan semua orang membawanya di tas mereka. Hand sanitizer sepertinya cara yang mudah dan praktis untuk tetap bersih dan dapat membasmi kuman dalam sekejap, tampaknya tidak ada yang merugikan.

Sayangnya, ada hal-hal tersembunyi yang dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan akibat penggunaan hand sanitazer secara berulang atau pemakaian dalam jangka panjang. Dan masih banyak orang-orang yang belum menyadari akan hal itu.

Di bawah ini, kami akan jelaskan beberapa fakta di balik produk yang seringkali kita gunakan dalam keseharian kita tersebut, karena ini berhubungan dengan kesehatan dan harus kita waspadai.

Triclosan

Triclosan adalah bahan kimia anti bakteri yang biasanya ditambahkan ke sabun dan produk pembersih sehari-hari, khususnya pada pembersih tangan. Anehnya, itu juga ditemukan pada baju, perlengkapan makanan, perabitan dan mainan, dalam usaha untuk menekan bakteri.

Penelitian pada triclosan meningkat karena pertanyaan akan potensi bahaya pada kesehatan manusia. Triclosan telah terbukti mengganggu regulasi hormon, mengganggu fungsi sistem kekebalan tubuh, dan memberikan kontribusi pada pengembangan bakteri resisten  terhadap antibiotik.

Penggunaan triclosan memberikan kontribusi terhadap epidemi resistensi antibiotik. Hal ini terjadi ketika bakteri secara teratur terkena agen antibakteri, bakteri beradaptasi dan tumbuh lebih kuat, lebih tahan dan lebih kebal.

Paraben

Paraben bukan nama satu zat, tetapi golongan zat pengawet sintetis yang ditambahkan ke produk untuk memperpanjang umur atau masa simpan. Mereka digunakan tidak hanya di produk-produk kosmetik, tetapi juga dalam makanan, deterjen, lem, obat-obatan, dan lain-lain.

Paraben yang umum dalam kosmetik adalah butylparaben, methylparaben, propylparaben, isobutylparaben, dan isopropylparaben. Karena murah dan efektif, paraben digunakan secara luas oleh produsen kosmetika besar maupun kecil.

Paraben ditemukan dalam banyak produk perawatan pribadi seperti shampoo, conditioner, sabun, hand sanitizer, dan lotion untuk tujuan mengecilkan pertumbuhan mikroba.

Jika Anda melihat label produk perawatan pribadi, Anda akan melihat satu atau lebih nama-nama ini: ethylparaben, butylparaben, Methylparaben propil paraben. Sayangnya, paraben terkait dengan gangguan endokrin, iritasi kulit, toksisitas reproduksi, imunotoksisitas dan kanker.

Paraben juga meniru estrogen dengan mengikat reseptor estrogen pada sel, dan mereka meningkatkan ekspresi gen diatur oleh estradiol, bentuk alami estrogen. Karena paraben digunakan untuk membunuh mikroba dalam produk berbasis air, mereka secara inheren mengandung racun bagi sel-sel pada umumnya.

Kimiawi disintesis wewangian buatan

Kebanyakan pembersih tangan memiliki wewangian dan itu berarti bahwa mereka sangat mungkin akan penuh dengan bahan kimia beracun. Karena wewangian dianggap sebagai 'rahasia dagang', perusahaan tidak diharuskan untuk mengungkapkan apa bahan yang dikandungnya.

Itu berarti mereka dapat dibuat dari apa saja, termasuk ratusan senyawa kimia berbahaya. Wewangian buatan dan kimia telah dikaitkan dengan alergi, dermatitis, gangguan pernapasan, gangguan hormon, dan berpotensi membawa efek negatif pada sistem reproduksi. Sedapat mungkin Anda dapat menghindari wewangian disintesis secara kimia ini.

Dari beberapa fakta di atas, Anda tentu telah melihat efek negatif yang dapat ditimbulkan dalam pemakaian jangka panjangnya, bukan. Lantas, bagaimana Solusinya?

Solusinya adalah hanya dengan menggunakan sabun dan air (hand washing), cara ini telah teruji untuk membersihkan tangan Anda. Catatan penting untuk Anda adalah, pilihlah produk sabun yang benar-benar telah mendapat rekomendasi dari para ahli kesehatan. Apalagi saat ini telah banyak juga pembersih tangan alami yang muncul di pasar pasar yang tidak mengandung bahan kimia. Tentu saja itu jauh lebih baik dan aman bagi Anda dan Keluarga.

2 komentar

Ternyata berbahaya juga. Untung saya tidak pernah memakainya.