Disiplin Positif, Solusi Masalah Mendisiplinkan Anak

ParentingDisiplin Positif, Solusi Masalah Mendisiplinkan Anak - Memberikan hukuman yang berat bukanlah satu-satunya cara dan solusi terbaik untuk memberikan pelajaran yang positif bagi anak Anda.

Apakah anak Anda meninggalkan piring makannya lagi di meja? Sekalipun Anda telah memintanya untuk meletakkannya di tempat cuci piring. Atau Kamar anak Anda berantakan dan Anda selalu mengingatkannya untuk membersihkan kamar? Dan sayangnya, hukuman yang biasa sudah tidak berguna.

Aturan disiplin sudah dirubah, namun perilaku anak-anak tetap sama. Kita harus tahu bagaimana mendisiplinkan mereka tanpa harus mengeluarkan emosi berlebihan, namun tetap berdampak bagi mereka.

Bagaimana jika Anda mencoba untuk memberikan disiplin yang positif, perhatian, bercanda, bertingkah konyol, berikan contoh dengan bersikap baik, agar anak Anda mudah untuk belajar dan mengingatnya. Berdasarkan penelitian, para orang tua harus tahu bagaimana memberikan hukuman dengan cara yang berbeda.

Berikut di bawah ini adalah beberapa studi kasus yang dapat Anda jadikan contoh dalam mendisiplinkan anak dengan cara yang  positif, namun sangat berdampak bagi mereka.

Disaat mereka menemukan ranjang anak mereka berantakan, dan sudah mengingatkan anak mereka untuk merapihkan ranjangnya, namun tidak dilakukan, orang tua melepaskan dan mengambil sprei dari ranjang mereka, dan membiarkan ranjang tersebut tanpa alas.

Sampai si anak harus tidur dengan menggunakan kantong tidur, dan keesokannya si anak meminta spreinya, dan sejak saat itu si anak selalu merapihkan ranjangnya tanpa harus disuruh.

Disaat orang tua menemukan baju yang berserakan di lantai, dan sudah memperingati si anak untuk selalu meletakkan baju pada tempatnya, namun si anak tidak menghiraukannya, orang tua dapat memberikan ancaman (dengan bahasa yang halus namun tegas) untuk menyumbangkan setiap baju yang berserakan, dan saat itu terjadi, orang tua harus konsisten melakukannya.

Keesokan harinya orang tua menyerahkan baju yang berserakan ke tempat donasi, tentunya itu sangat membuat anak-anak mereka marah, dan jika mereka menginginkan bajunya kembali, mereka harus membelinya dari tempat donasi dengan uang mereka sendiri. Hal tersebut akan membuat mereka berpikir.

"Pola asuh yang positif tidak harus kejam, cukup membuat si anak merasa tidak nyaman"

Memberi hukuman seperti push up, squats, atau berdiri menghadap dinding pasti sering Anda lakukan terhadap anak Anda, namun hukuman semacam ini tidak boleh terlalu sering dilakukan dan bukanlah solusi terbaik, karena dapat menyebabkan kelelahan dan otot yang terlalu dipaksakan yang dapat berakibat pada efek traumatik yang buruk bagi anak.

ParentingSalah seorang dari orang tua, karena dia terlahir di keluarga yang besar, mereka kerap kali memberikan sarung tangan untuk petinju jika terjadi pertengkaran diantara anak-anaknya. Dari sarungnya saja sudah membuat mereka tertawa, karena ukurannya yang besar bagi mereka, dan mereka tetap memaksa anak-anaknya yang senang bertengkar untuk memakainya.

Keluarga lain ada yang menggunakan teknik membersihkan kaca jendela. Dengan satu anak di satu sisi, dan yang lainnya di sisi lain. Mereka diharuskan untuk saling berhadapan dengan kaca jendela sebagai pemisahnya. Mereka tidak akan tahan untuk tidak tertawa karena melihat keunikan wajah masing-masing.

Trik lain yang dapat digunakan adalah berpelukan untuk beberapa menit. Akan sulit bagi mereka untuk tetap bertengkar dalam keadaan berpelukan.

Dari beberapa contoh penanganan disiplin positif terkait masalah anak yang dilakukan oleh beberapa keluarga hebat seperti di atas, maka sudah seharusnya bagi Anda para orang tua untuk berpikir membuat suatu solusi yang bernilai positif pula.

Banyak yang percaya bahwa penanganan masalah anak dengan model klasik sudahlah tidak berguna lagi. Penyelesaian masalah dengan suatu tindakan yang keras dan terkesan kasar sudah tidak bisa lagi diterapkan.

Zaman semakin maju dan perkembangan serta daya pikir anak tentu jauh semakin berkembang pula dengan tingkat kepekaan yang sangat tajam dan sensitif. Orang tua yang cerdas adalah mereka yang mampu menangani dan mengatasi masalah dengan positif tanpa harus menambah masalah baru lainnya.

Tidak ada komentar