Wanita Ini Terancam Penjara Karena Bebek

DuniaWanita Ini Terancam Penjara Karena Bebek - Seorang wanita asal Kanada telah dijatuhi hukuman bersalah karena menyebabkan kematian dua pengendara yang menabrak mobilnya ketika berhenti di jalan bebas hambatan untuk menyelamatkan anak bebek.

Seorang pengendara sepeda motor dan putrinya menghantam bagian belakang mobil Emma Czornobaj yang terjadi pada bulan Juni 2010 silam, ketika ia berhenti secara tiba-tiba di jalan raya Quebec demi menghindari melindas bebek. Dia berpikir bahwa binatang itu seperti tersesat tanpa induknya dan ia kemudian berencana untuk membawa bebek itu pulang.

Dua pengendara sepeda motor, Andre dan Jessie Roy, meninggal sebagai akibat dari kecelakaan itu. Istri Andre, Pauline Volikakis, yang duduk di belakang kursi sepeda motor harus rela kehilangan suami dan putri tercintanya dalam kecelakaan itu. Ia berharap bahwa dengan persidangan itu akan menegaskan bahwa pentingnya untuk tidak berhenti di jalan raya.

"Bahkan jika itu adalah hewan kecil yang kita sukai atau yang kita ingin lestarikan, kita tidak harus berhenti di jalan raya", kata Pauline kepada Canadian National Post. "Ini bukan tempat untuk berhenti".

Setelah empat hari musyawarah, hakim persidangan secara bulat memutuskan bahwa Czornobaj dinyatakan bersalah atas empat tuduhan, termasuk sebuah kelalaian, tindakan kriminal yang menyebabkan kematian dan  pengemudi yang membahayakan dari kendaraan bermotor.

Czornobaj siap untuk mengaku bersalah pada bulan April tapi masih ingin menghindari untuk menjalani hukuman di penjara. Pengacara Czornobaj, Marc Labelle, mengatakan bahwa negara memutuskan jika Czornobaj harus mengakui dan tidak mungkin untuk lari atau menghindar dari sebuah keputusan hukuman.

Labelle juga mengatakan bahwa ia tidak yakin bagaimana Czornobaj akan dihukum karena hal tersebut sangat jarang terjadi dalam kasus-kasus kelalaian tanpa apa yang disebut dengan "suatu unsur tindakan buruk" seperti mengemudi dalam keadaan mabuk. Kemungkinan yang dapat memperingan hukuman Czornobaj adalah karena ia tidak memiliki riwayat pelanggaran sebelumnya.

Journal referensi: Canadian National Post

Tidak ada komentar