Keracunan Parasetamol

KesehatanKeracunan Parasetamol - Sebuah studi yang dipublikasikan oleh Emergency Medicine Australasia menemukan bahwa dari pemeriksaan retrospektif data selama empat tahun dari empat fasilitas darurat, yang dilakukan Profesor Andis Graudins L dari Monash University, menemukan bahwa formula dari obat yang digunakan dalam mengobati arthritis mengalami peningkatan, baik resiko dan tingkat keparahan potensial overdosis karena mereka tidak dapat di deteksi dalam tes darah awal.

Karena formula yang telah masuk ke dalam tubuh akan dilepaskan ke dalam aliran darah setelah dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu, konsentrasi tinggi dari parasetamol mungkin tidak diketahui sampai beberapa jam kemudian.

Profesor Graudins mengatakan bahwa penting bagi para dokter untuk menguji darah pasien empat jam setelah pengujian awal untuk memastikan bahwa tingkat kejenuhan tidak meningkat.

"Titik dari penelitian ini adalah untuk membuat dokter menyadari bahwa jenis parasetamol dapat mempengaruhi pengobatan yang diberikan, dan pengobatan yang umumnya sangat sukses", kata Profesor Graudins.

Sementara kejadian overdosis parasetamol yang terkait tidak akan berkurang, ia juga telah meminta pemerintah daerah untuk membatasi ketersediaan kemasan besar (lebih dari 90 pil) parasetamol untuk membantu menekan tingkat keparahan beberapa overdosis.

Menurut statistik dari Therapeutic Goods Administration, sekitar 8000 warga Australia dirawat karena keracunan parasetamol yang disebabkan oleh faktor ketidaksengajaan untuk menyakiti diri sendiri atau tanpa maksud bunuh diri pada setiap tahunnya.

"Sementara tingkat keseluruhan pada insiden keracunan parasetamol lebih rendah di Inggris. Australia setara dengan Amerika Serikat".

"Secara umum, jika Anda melihat, mereka meracuni dirinya dengan apa yang sudah tersedia, dan parasetamol adalah salah satu yang paling umum tersedia di rumah tangga di Australia, Amerika, dan Kanada", jelasnya.

Hal ini paling sering terjadi karena parasetamol sudah tersedia di sebagian besar supermarket dan apotek.

Journal referensi: Beyondblue.org.au, Emergency Medicine Australasia

Tidak ada komentar