7 Manfaat Dari Paparan Sinar Matahari

Kesehatan, Vitamin D, Sinar Matahari
Urbanoustics - Sinar matahari adalah cara termudah dan paling sehat untuk mendapatkan Vitamin D. Namun, Anda tidak perlu sampai membakar kulit Anda untuk mendapatkan Vitamin D secara alami.

Paparan sinar matahari yang membuat kulit menjadi sedikit merah dapat menghasilkan setara dengan 10.000 IU dari 25.000 IU Vitamin D dalam tubuh. Vitamin D memainkan peran penting dalam metabolisme elektrolit, sintesis protein, kekebalan tubuh, saraf dan fungsi otot, dan serangkaian proses fisiologis lainnya.

Pergi berjemur untuk mendapatkan manfaat dari sinar matahari pagi antara 10 sampai 15 menit (tanpa sunscreen) merupakan pilihan yang terbaik. Yang harus Anda ketahui dan ingat adalah, hindari paparan sinar matahari secara langsung selama waktu puncak hari antara pukul 09:00 pagi sampai pukul 15:00 sore. Pada rentang waktu tersebut, sinar matahari justru sangat tidak baik bagi kesehatan Anda, khususnya untuk kulit tubuh.

Dan berikut di bawah ini, 7 manfaat yang bisa Anda peroleh dari paparan sinar matahari pagi untuk kesehatan Anda.

1. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

Dapat membangun sistem kekebalan tubuh merupakan manfaat pertama dari sinar matahari. Ketika Anda terkena paparan sinar matahari, tubuh akan membuat Vitamin D untuk mendukung berfungsinya "Sel T" yang berkontribusi terhadap pertahanan kekebalan tubuh. Dengan sistem kekebalan tubuh yang kuat, maka pertahanan tubuh terhadap serangan organisme asing juga akan semakin baik.

2. Mendukung tulang sehat.

Paparan sinar matahari membantu tubuh dalam memproduksi vitamin D yang dapat merangsang penyerapan kalsium untuk memperkuat tulang. Hal ini menyebabkan penurunan risiko penyakit tulang, patah tulang dan osteoporosis.

Menurut sebuah studi tahun 2004 yang diterbitkan dalam jurnal American Society for Clinical Nutrition, kekurangan Vitamin D dapat menyebabkan penyakit rakhitis pada masa anak-anak, memperburuk osteoporosis antara orang dewasa, dan menyebabkan penyakit osteomalasia yang menyakitkan.

3. Menghindari dari penuaan mata.

Menurut sebuah studi 2012 yang diterbitkan dalam jurnal Neurobiology of Aging, Vitamin D3 memainkan peran penting dalam mencegah degenerasi makula, sebuah penyakit yang menyebabkan kebutaan pada orang tua. Selain itu, Vitamin D3 juga dapat membantu mengurangi peradangan, membersihkan amyloid beta dan meningkatkan fungsi visual.

4. Memperkuat tulang bayi.

Paparan sinar matahari memicu tubuh untuk menghasilkan Vitamin D, yang memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak-anak, terutama balita. Selain itu, paparan sinar matahari mempengaruhi massa tulang, terutama meningkatkan lebar tulang.

5. Mengurangi risiko kanker.

Jumlah yang cukup dari Vitamin D dalam tubuh dapat mengurangi risiko kanker usus besar, gagal ginjal dan kanker payudara. Sedangkan akibat dari kurangnya paparan sinar matahari, hal ini dapat memberikan kontribusi untuk kekurangan Vitamin D, yang pada gilirannya akan meningkatkan risiko berbagai jenis kanker.

Menurut sebuah studi tahun 2007 yang diterbitkan oleh American Society for Clinical Nutrition, meningkatkan status gizi kalsium dan Vitamin D secara substansial dapat mengurangi semua risiko kanker pada wanita pascamenopause.

6. Menurunkan risiko terkena multiple sclerosis.

Menurut sebuah studi 2010 yang diterbitkan dalam jurnal Lancet Neurology, Vitamin D dalam tubuh dapat berkontribusi mencegah multiple sclerosis (MS), sebuah penyakit autoimun yang mempengaruhi sistem saraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang).

7. Sebagai alat bantu kesehatan jantung.

Paparan sinar matahari sangat bermanfaat bagi orang-orang dengan penyakit jantung dan orang-orang yang berada pada risiko penyakit jantung yang lebih tinggi. Kehangatan matahari dapat meningkatkan sirkulasi darah dan meningkatkan kadar Vitamin D, yang pada gilirannya meningkatkan kesehatan jantung. Selain itu, sinar matahari juga membantu menurunkan kolesterol dan mampu mengurangi risiko stroke.

Tidak ada komentar