Ketahui Tentang Migrain Pada Anak

Parenting
CP Photo Art via Getty Images
Ketahui Tentang Migrain Pada Anak - Ketika datang ke anak-anak kita, pasti ada banyak hal yang dikhawatirkan, mulai dari kinerja mereka di sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, sampai kehidupan bersosial mereka. Tentu saja, ini menjadi perhatian utama Anda dalam pola asuh.

Tapi, Anda mungkin tidak menyadari jika ada satu hal yang sangat penting yang dapat mempengaruhi semua aspek kehidupan anak Anda dalam kehidupan sehari-hari. Masalah itu adalah serangan migrain masa kanak-kanak.

Migrain yang terjadi pada masa kanak-kanak lebih dari sekedar sakit kepala biasa, khususnya saat mereka dalam masa tumbuh kembang sampai mulai menginjak remaja. Dan kenyataannya, mereka seringkali tidak dapat membedakan sama sekali.

Jadi, sangat penting bagi orang tua, guru dan pengasuh untuk mempelajari dan mengidentifikasi tanda-tanda migrain pada anak sedini mungkin, sehingga mereka mendapatkan pengobatan yang tepat sesegera mungkin.

Berikut ini 8 hal yang harus Anda ketahui mengenai migrain pada anak:

1. Migrain pada anak sangat umum terjadi.

10% dari usia anak sekolah mengalami migrain. Sebelum beranjak remaja atau masa puber, anak laki-laki lebih banyak mengalami migrain dibanding anak perempuan.

Namun setelah masa puber, anak perempuan justru lebih banyak mengalami migrain.

2. Migrain secara genetik.

Jika orang tua memiliki migrain, Kemungkinan 90% anak mereka juga akan menderita migrain. Jadi, bisa diprediksi bahwa migrain pada anak salah satunya disebabkan karena faktor genetik.

3 Migrain sering tidak terdiagnosis atau salah didiagnosis pada masa kanak-kanak.

Anak-anak mungkin tidak terlihat menderita sakit kepala karena mereka mengalami tanda-tanda lain seperti mual, muntah, pusing dan kepekaan terhadap cahaya. Gejala umum ini seringkali disalahartikan oleh para orang tua sebagai penyakit lainnya.

Padahal beberapa gejala di atas tersebut merupakan salah satu tanda bahwa anak Anda juga tengah mengalami migrain.

4. Perilaku seorang anak dapat berubah pada awal migrain.

Anda mungkin melihat anak Anda menjadi terlalu mengantuk, kurang aktif, lebih mudah marah, memiliki perubahan suasana hati secara tiba-tiba, kehilangan nafsu makan, terlalu sensitif terhadap cahaya, suara, bau atau sentuhan. Ini adalah tanda-tanda mereka mengalami migrain.

5. Banyak hal yang bisa memicu serangan migrain.

Pemicu migrain pada umumnya karena kurang tidur atau tidur yang tidak teratur, melewatkan waktu makan, dehidrasi, stres, matahari yang terik dan bau yang kuat. Perubahan cuaca, olah raga dan perubahan hormon juga dapat memicu migrain.

6. Anak yang sakit migrain memiliki resiko masalah kesehatan.

Migrain meningkatkan resiko depresi, gelisah berlebihan dan gangguan tidur. Penting untuk diketahui bahwa, kondisi ini lebih mungkin terjadi dalam waktu yang bersamaan dan itu merupakan suatu kondisi yang buruk bagi perkembangan anak Anda.

7. Intervensi dini sangat penting.

Mengobati migrain anak secara efektif dan sedini mungkin dapat mencegah migrain mereka bertambah buruk saat usia anak bertambah.

8 Migrain dan sakit kepala kronis yang dapat diobati.

Anak Anda tidak harus menderita, karena banyak pengobatan yang bekerja secara efektif. Dengan menggabungkan terapi untuk pikiran dan sikap, juga melalui pengobatan yang dapat mengurangi migrain, sehingga anak-anak dapat melalui hari walaupun terserang migrain dan tidak perlu absen dari rutinitas mereka.

Konsultasikan dengan dokter jika anak Anda menderita gejala migrain dengan intensitas sering, hal ini untuk mendapatkan penanganan sesegera mungkin. Terutama adalah dokter yang mengkhususkan diri dalam menangani sakit kepala pada anak-anak.

Inilah nasehat penting yang diberikan oleh The Migraine Research Foundation kepada kita semua agar selalu tanggap dengan segala perubahan yang berhubungan dengan penurunan kondisi kesehatan Anak.

Tidak ada komentar